FATAH: PM Israel Keturunan Nazi, Pemuja Hitler!



Otoritas Palestina dan Partai Fatah terus menggunakan analogi Nazi dan Holocaust untuk menilai Israel dalam perang di Jalur Gaza Palestina.

Analogi itu muncul dalam laporan Palestina Media Watch untuk menilai agresi Israel dengan nama "Operation Protective Edge" itu.

Salinan laporan itu dilansir Jerusalem Post, Senin (18/8/2014), di mana di dalamnya terdapat banyak kutipan pejabat Otoritas Palestina dan Fatah.

"Benjamin Netanyahu adalah keturunan Nazi, pemuja cara Hitler, dan meniru dia di setiap aksi yang dilakukan," kata Yahya Rabah, pemimpin Fatah, mengacu pada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang pernah ditulis Al-Hayat Al-Jadida, pada 3 Agustus 2014 lalu.

Wakil Sekretaris Komite Sentral Fatah, Jibril Rajoub, juga pernah mengatakan senada di stasiun televisi Palestina Awdah."(Israel melakukan) pemusnahan massal seperti yang dilakukan Nazi di Eropa pada 1940-an," katanya.

Penulis laporan yang juga pendiri Palestina Media Watch, Itamar Marcus, mengatakan, ada kepentingan politik dari para pejabat Palestina dengan menggunakan analogi Nazi tersebut.

"Otoritas Palestina, bahkan hari ini, menggambarkan pembunuhan Israel secara heroik. Para pembunuh dari lima anggota keluarga Fogel (tahun 2011) dan semua orang Palestina lainnya harus dipenjara," kata Marcus.

Menurutnya, analogi Nazi itu sekaligus untuk menanamkan pada generasi muda Palestina, bahwa rakyat Palestina di Gaza pernah mengalami kekejaman massal oleh pasukan Israel. (*Jpost)

Heboh Nikah Muslim-Yahudi, Warga Israel Mengamuk, Netanyahu Bungkam


Lima tahun memadu kasih Mahmoud Mansour dan Morel Malka, Akhir pekan lalu keduanya menikah. Setengah warga Israel marah, tapi PM Benjamin Netanyahu bungkam.

Mansour adalah warga Israel keturunan Arab. Malka asli Yahudi. Keduanya tinggal di Jaffa.

Jerusalem Post memberitakan Malka bersedia menjadi Muslim, yang memungkinkan pernikahan terjadi. Mansour tidak mungkin menjadi Yahudi karena dia bukan anak Bani Israil.

Keduanya menolak jalan tengah; meninggalkan agama masing-masing, dan menikah secara Kristen.

Akad nikah keduanya berlangsung usai shalat Jumat (15/8). Sesuai UU Israel, keduanya juga harus mencatatkan pernikahan -- dengan mengucapkan janji -- di Pengadilan Rishon Lezion Magistrate.

Sehari sebelum pesta pernikahan, Lehava -- organisasi Yahudi yang menentang perkawinan antarras -- memposting undangan di Facebook dan menyerukan aksi demo besar-besaran.

Pengadilan Rishon Lezion Magistrate mengatakan Lehava boleh berdemo, tapi 200 meter dari gedung pernikahan yang ditentukan kepolisian.

Mansour dan Malka menyewa 14 tukang kepruk pribadi yang menjaganya. Kepolisian Distrik Rishon Lezion mengerahkan puluhan satuan elit polisi dan polisi penjaga perbatasan, untuk mengamankan pernikahan keduanya.

Mansour mengenakan pakaian santai dan casual. Malka mengenakan gaun pernikahan ala Barat.


Kepada Channel 2, Mansour mengatakan; "Kami tinggal di Jaffa. Setengah penduduk Jaffa adalah Arab, lainnya Yahudi. Kami hidup berdampingan secara damai."

Malka mengatakan; "Apa yang salah dari pernikahan kami. Kami hanya manusia yang saling mencintai." Menurut Mansour, dirinya harus berterima kasih kepada Lehava, yang memberikan publikasi gratis.

Berkat kemarahan Lehava seluruh Israel tahu adanya pernikahan antarras, yang membuat ucapan selamat dari petinggi negeri itu berdatangan. Presiden Israel Reuven Rivlin, misalnya, mengirim ucapan selamat

"Tidak ada ruang untuk rasisme di masyarakat demokratik. Selamat kepada Mansour dan Malka," tulis presiden di Facebook.

Menteri Kesehatan Yael German dan anggota perlemen Yesh Atid juga menyampaikan ucapan selamat dalam telegram pribadi. Namun PM Benjamin Netanyahu, menurut surat kabar Haaretz, memilih bungkam.

Tidak sulit menari sebab mengapa Netanyahu bungkam. Yeir Netanyahu, putra sang perdana menteri, juga jatuh ke pelukan non-Yahudi, yaitu seorang gadis Norwegia bernama Sandra Leikanger.

Moshe Gafni, anggota parlemen dari United Torah Judaisme, mengkritik perkawinan ini. "Untuk saat ini ada bahaya asimilisasi bagi masyarakat Yahudi," ujar Gafni. "Perkawinan ini memalukan dan melanggar tradisi Yahudi, serta kelanjutan generasi."

Rabbi Ronen Neuwirth, direktur Beit Hillel, mengkritik perkawinan itu dan mengecam cara-cara Lehava memperjuangkan penolakan kawin campur. Menurutnya, memerangi perkawinan antarras harus terarah dan lewat pendidikan masyarakat.

Benzi Gopstein, direktur Lehava, mengatakan; "Adalah penting perkawinan seperti ini tidak berlangsung begitu saja tanpa protes."

Israel, kata Gopstein, menginvestasikan miliaran shekel untuk menentang asimilasi di dalam masyarakat diaspora Israel di mana pun. "Jadi, bagaimana mungkin kami membiarkan fenomena perkawinan Arab-Israel di Israel," ujarnya.

Sikap Gopstein didukung Rabbi Meir Kahane, dan siapa pun yang mengikuti jalan kerabian. Salah satunya jaksa Itamar Ben-Gvir, yang mendukung aksi protes Lehava.

Perkawinan berlangsung sesuai rencana. Mansour menggandeng sang istri, dan mengucapkan janji di depan petugas catatan sipil. Ada pesta kecil di dalam gedung.

Di luar gedung, ratusan pendukung Lehava menggelar aksi protes yang menjurus brutal. Polisi menahan enam orang, dan membubarkan lainnya dengan kekerasan.

Ketika keduanya meninggalkan arena pesta, pendemo berteriak berteriak di depan Malka; "Kami masih berperang dengan Hamas, kau menikahi orang Arab."

Jika Malka dikecam orang Yahudi, Mansour diserang orang-orang Arab lewat media sosial. Bahkan, setengah keluara Mansour tidak menyetujui pernikahan ini. (*inl)

“Hidup Bahagia atau Dikubur sebagai Syuhada”



Ketua Gerakan Islam di wilayah Palestina terjajah tahun 1948, Syaikh Raed Shalah, mengatakan bahwa Jalur Gaza yang terluka dan terblokade telah mengalahkan penjajah Zionis meski masih dalam kondiri terblokade dan hancur lebur.

Dia mengatakan, "Gaza telah memaksa semua media Zionis dan para petinggi senior di militer Zionis dan pemerintah mengakui kekalahannya dan tidak bisa merealisasikan target-target perang mereka."

Dia menuntut pembebasan blokade Gaza, pembukaan perlintasan-perlintasan, pembukaan bandara dan pelabuhan serta pembagian air resional ke Jalur Gaza. Dia menegaskan bahwa tuntutan ini adalah batan minimal hak-hak rakyat Palestina.

Syaikh Shalah menegaskan bahwa tuntutan ini telah ditulis dengan darah para syuhada untuk mengatakan kepada siapa saja: "apakah kami bisa hidup di Gaza dengan bahagia atau dikubur sebagai syuhada".

Menurut Syaikh al Aqsha, keduanya adalah kemenangan. Karenanya dia mengucapkan selamat atas kemenangan besar untuk Gaza. Tidak lupa dia menyampaikan penghormatan kepada para prajurit tidak dikenal dalam peperangan ini, termaul para jurnalis, para dokter dan para penyelamat yang telah mengorbankan nyawa mereka untuk menyampaikan fakta.

Syaikh Shalah menilai kemenangan besar ini adalah kemenangan untuk seluruh orang merdekat di dunia, Arab, kaum muslimin, al Quds, masjid al Aqsha dan Tepi Barat. Dia menegaskan bahwa ini adalah kemenangan besar.

Syaikh Shalah mengecam peran lemah Arab terhadap isu Gaza ini. Dia juga mengecam Liga Arab yang terlambat melakukan KTT untuk membahas agresi Zionis ke Gaza. (*PIP)

Aksi Boikot Global Benar-benar Menampar Israel


Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) yang sempat diremehkan Israel karena merasa sebagai negara produsen dunia, akhirnya dirasakan juga dampaknya oleh negara yahudi itu.

Pada bulan Maret 2014, media Israel, Maarev, melaporkan bahwa BDS global telah menyebabkan keuangan Israel rugi 100 juta shekel. Para aktivis BDS menganggap kampanye mereka sebagai tamparan bagi Israel yang melakukan agresi di Palestina.

Gerakan BDS kian gencar setelah invasi Israel selama sebulan di Jalur Gaza, Palestina. Hampir 2 ribu rakyat Palestina di Gaza tewas selama invasi itu. Sedangkan dari kubu Israel hanya sekitar 60-an orang yang sebagian besar dari pihak militer.

Para aktivis pendukung BDS percaya, bahwa kunci untuk mengakhiri agresi Israel terhadap Palestina adalah melalui memboikot global. Dengan BDS itu pula, para aktivis ingin memaksa Israel tunduk pada hukum internasional.

Gerakan BDS sejatinya meniru dari perjuangan rakyat Afrika Selatan saat melawan rezim apartheid. Para aktivis gerakan BDS sengaja menggandeng tokoh-tokoh besar,termasuk bintang Hollywoon untuk mendukung aksi mereka.

BDS Pengaruhi Israel

Kampenye BDS adalah membujuk banyak orang untuk memboikot produk dan perusahaan yang memberikan keuntungannya kepada Israel yang melakukan pelanggaran hukum kemanusiaan di Palestina.

Zahira Sarwar, seorang aktivis politik Kanada, berpendapat bahwa kampanye boikot oleh konsumen global dalam gerakan BDS memiliki pengaruh besar pada Israel. Sebab, dana Israel selama ini, termasuk yang digunakan untuk membangun permukiman ilegal di tanah Palestina berasal dari keuntungan perusahaan-perusahaan pro-Israel.

Omar El-Barghouty, aktivis HAM Palestina dan koordinator pendiri gerakan BDS, kepada Ahram online, semalam (15/8/2014), mengatakan, Israel telah menipu dunia dengan mengklaim mengalami kerugian akibat melawan Palestina. Menurutnya, itu adalah siasat Israel untuk meraih simpati dunia.

"Rezim penindasan Israel khawatir pada prospek BDS, karena melibatkan aksi saling boikot secara paralel mulai dari akademik, budaya, militer dan ekonomi," kata El-Barghouty.

"Dalam beberapa bulan terakhir saja, Gereja Presbiterian dari Amerika Serikat, salah satu gereja Protestan yang paling penting di sana, melakukan divestasi dari tiga perusahaan AS yang terlibat dalam pendudukan ( Israel di Palestina), yakni perusahaan Caterpillar, HP dan Motorola Solutions Israel," lanjut El-Barghouty.

Gerakan BDS juga berdampak perusahaan individual dan korporasi. Veolia, sebuah perusahaan yang terlibat dalam pendudukan Israel, telah kehilangan kontrak senilai lebih dari USD20 miliar, terutama di Swedia, Inggris, Irlandia dan sekarang Amerika Serikat.

Kemudian perusahaan Group4Security (G4S), perusahaan konglomerat swasta Inggris-Denmark di bidang jasa keamanan swasta yang beroperasi di 125 negara juga jadi target gerakan BDS.

"Keuntungan perusahaan pro-pendudukan dan pelanggaran hak asasi manusia Israel di Palestina, seperti Veolia dan G4S, telah kehilangan kontrak besar,akibat gerakan BDS. Bukan hanya dampak moral atau simbolik saja, tapi juga keuangan," kata El-Barghouty.

Embargo Senjata

Adri Nieuwhof, advokat HAM dan kontributor Intifadah Elektronik, setuju bahwa boikot keuangan berpengaruh pada Israel. Tapi, dia juga menyerukan embargo militer terhadap Israel sebagai ganjaran terhadap negara itu atas invasi di Jalur Gaza, Palestina.

"Sebuah embargo militer terhadap Israel sudah mendesak, mengingat kekerasan ekstrem oleh negara ini terhadap warga Palestina," kata Nieuwhof.

Selama ini Israel kuat, karena ada ekspor senjata ke Israel dari sejumlah negara, terutama Amerika Serikat. Selain itu AS juga membantu mengembangkan teknologi Israel yang terbukti digunakan untuk melakukan agresi di Gaza.

Menurut situs BDS, Israel merupakan salah satu produsen terkemuka di dunia dan eksportir drone militer. Teknologi militer Israel, dikembangkan untuk mempertahankan penindasan telah dipasarkan di seluruh dunia. (*maarev/sindo)

Aceh akan Terus Perang dengan Pemerintah Pusat


Jika turunan UUPA tersebut tidak tuntas, Zaini sangat mengkhawatirkan kedepan rakyat Aceh akan kehilangan kepercayaan kepada pemerintah pusat, dan bukan tidak mungkin hal ini akan kembali membuat masyarakat marah dan kembali mengangkat senjata.

Lebih dari 29 tahun konflik terjadi di Aceh. Selama itu pula ribuan nyawa hilang. Di dalamnya terdapat sejumlah wartawan yang juga ikut menjadi korban kekejaman konflik. Sebut saja Ersa Siregar, wartawan RCTI yang meninggal terkena timah panas konflik.

Bagi Gubernur Aceh Zaini Abdullah, wartawan merupakan salah satu ujung tombak yang berada di garis depan mengabarkan berita pada masa konflik. Ia menyebutkan wartawan sebagai salah satu pejuang Aceh pada masa lampau.

Menurutnya, selain mengalami kepedihan, wartawan tidak takut kehilangan nyawanya untuk bersama-sama dalam perjuangan apa pun di masa lalu.

"Dalam perjuangan memakai senjata dulu, banyak kita lihat wartawan meninggal bersama gerilyawan dan pejuang-pejuang lainnya," ujar Zaini Abdullah saat Peringatan 9 tahun perjanjian damai Aceh (15/8) di halaman Masjid Raya Baiturahman.

Pada 2005 silam, Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka sepakat menakhiri konflik dan saling berjabat tangan. Semua pertikaian diakhiri, rakyat Aceh keluar dari bayang-bayang ketakutan. Saat ini sudah 9 tahun rakyat Aceh merasakan udara segar tanpa suara letusan senjata.

Gubernur yang akrab dengan sapaan Doto Zaini ini mengatakan, perjuangan saat ini bukan lagi dengan senjata, namun pena. Kata Zaini, sekarang wartawan, organisasi sipil, dan rakyat harus sejalan dengan pemerintah untuk memperjuangkan pembangunan dan membereskan kekhususan Aceh.

Menurut Zaini, salah satu urusan yang belum selesai setelah 9 tahun Aceh damai adalah realisasi Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA) yang merupakan amanah dari perjanjian damai atau MoU.

"Salah satu yang penting bagi saya adalah memperjuangkan UUPA ini," kata Doto.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam pidato saat peringatan tersebut mengaskan bahwa perang fisik di Aceh memang sudah usai sejak 15 Agustus 2005 yang silam, namun perang politik masih belum usai.

"Perang fisik di Aceh sudah usai sejak 2005, namun kita akan terus berperang secara politik kepada pemerintah pusat," kata gubernur.

Perang politik akan terus berlanjut selama pemerintah pusat belum merealisasikan janji janji yang telah disepakati dalam butir-butir Memorandum of Understanding (MoU) Helsinky, jelas gubernur menambahkan.

"Kita akan terus berperang secara politik jika pusat tidak tepat janji," tegas gubernur.

Gubernur mengungkapkan, hingga 9 tahun damai Aceh, hingga saat ini pusat masih ingkar dan belum menuntaskan beberapa poin penting yabg menjadi kesepakatan MoU antara RI dan GAM kala itu.

"Pemerintah pusat jangan main-main soal ini, dan jangan tunggu rakyat Aceh marah," tegas gubernur.

Jika turunan UUPA tersebut tidak tuntas, Zaini sangat mengkhawatirkan kedepan rakyat Aceh akan kehilangan kepercayaan kepada pemerintah pusat, dan bukan tidak mungkin hal ini akan kembali membuat masyarakat marah dan kembali mengangkat senjata.