Ini Isi Bocoran Surat Perintah Pemusnahan Foto Jasad Osama


TAK ada nisan yang menandai kubur Osama Bin Laden. Jasad Bos Al Qaeda yang diklaim tewas pada 2 Mei 2011 tersebut dimandikan, dibungkus kafan putih, ditempatkan di sebuah papan, lalu dilarung ke laut dari dek kapal USS Carl Vinson di Laut Arab.

Tak hanya makam, foto jasad Osama juga tak ditemukan. Sebuah dokumen surat elektronik yang baru-baru ini terungkap menyebut, 2 minggu setelah penyerbuan di Abbottabad, Pakistan, yang menewaskannya, kepala pasukan khusus AS mengeluarkan perintah: serahkan atau musnahkan foto jenazahnya.

Dalam surat elektronik atau email bertanggal 13 Mei 2011, Laksamana William McRaven menulis, "Salah satu item yang ingin saya tekankan adalah foto: khususnya UBL (Osama Bin Laden). Semua foto harus diserahkan pada CIA atau secepatnya dihapus."

Email tersebut diperoleh kelompok aktivis konservatif Judicial Watch, yang meminta pihak AS merilis foto penyerbuan di Pakistan yang menewaskan pemimpin Al Qaeda. Email tersebut -- yang hampir seluruhnya dihapus -- dirilis atas nama permohonan Freedom of Information Act alias UU Kebebasan Informasi.

Hari sebelum instruksi McRaven dikeluarkan, Judicial Watch telah meminta foto-foto tersebut dirilis. Dan beberapa jam kemudian, mereka mengajukan gugatan.

"Meski sudah ada permohonan dan gugatan, perintah dikeluarkan, tahu sama tahu ke siapa, untuk menghancurkan catatan," kata Ketua Judicial Watch, Tom Fitton, seperti dimuat CNN, Rabu (12/2/2014). "Itu adalah pelanggaran hukum."

Hingga berita ini diturunkan, tidak jelas apakah foto-foto jenazah bin Laden benar-benar dihancurkan. Melalui juru bicaranya, Laksamana McRaven menolak berkomentar.

Sementara, Jenderal Purnawirawan James "Spider" Marks, analis militer CNN mengatakan, jika McRaven memerintahkan foto Bin Laden dimusnahkan, ia mungkin ingin melindungi rahasia operasi, sumber, dan metodenya. Sembari memastikan tak ada bagian dari komando yang menyimpan foto atau video penyerbuan tertutup itu. "Ia hanya ingin memastikan tak ada foto yang disembunyikan."

Sebelumnya setelah penyerbuan Osama, Presiden AS Barack Obama juga mengatakan ia tak mengizinkan foto jasad Osama disebar ke publik. Alasannya, itu akan menciptakan risiko keamanan.

Sangat penting bagi kami untuk memastikan bahwa foto vulgar dari seseorang yang ditembak di kepala tidak beredar, menjadi hasutan untuk melakukan kekerasan, sebagai alat propaganda," kata Obama.

Mantan Asisten Direktur FBI Tom Fuentes mengatakan, pihaknya berpendapat senada.

"Anda akan melihat gambar-gambar di televisi selamanya," kata dia. "Itu bisa jadi alat perekrut lebih banyak anggota Al Qaeda di masa depan, membuat Osama jadi martir," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah kalangan menentang keputusan AS untuk membenamkan Osama ke laut. Berlebihan.

Namun Amerika punya dalih: tak ada alternatif lokasi untuk menguburnya dalam waktu 24 jam -- sesuai tuntutan Islam. Apalagi, menurut seorang pejabat senior pertahanan AS, tak ada negara yang bersedia atau mampu jadi lokasi pemakaman Osama. "Jika memaksakan membawa jasadnya ke negara lain, itu justru melampaui batas waktu (24 jam) dan melanggar hukum Islam, demikian pandangan kami."

"Pembuangan, pemakaman Osama Bin Laden dilakukan sesuai dengan ajaran Islam," kata penasehat keamanan dalam negeri dan kontraterorisme Obama, John Brennan, pada 2011 lalu. "Keputusan untuk mengubur Osama di tengah laut telah direncanakan sejak awal. Kami memastikan, sekali lagi, ini disesuaikan secara ketat dengan tuntutan Islam."

0 comments:

Posting Komentar