Muslim Inggris Dipaksa Tandatangani Surat ‘Mencela Ayat Qur'an’


PARTAI Independen Inggris (UKIP) kembali terlibat dalam kontroversi lain menyusul adanya pernyataan oleh salah satu politisi mereka yang menuntut umat Islam menandatangani deklarasi yang mencela bagian-bagian tertentu dari Al-Quran.

Politikus UKIP pada Selasa kemarin (3/2/2014) mengatakan bahwa umat Islam yang tinggal di Inggris harus menandatangani deklarasi mencela ayat-ayat tertentu Al-Qur'an.

Gerrard Batten, anggota Parlemen Inggris, memperbaharui saran yang diusulkannya pada 2006 ketika diwawancara situs web koran The Guardian, bahwa Eropa melakukan kesalahan besar dengan membolehkan "ledakan pembangunan masjid di wilayah mereka".

"Jika hal ini mewakili pemikiran masyarakat moderen, ya pasti ini ada yang salah. Mungkin mereka perlu merevisi pemikirannya," kata Batten.

"Jika mereka tidak bisa merevisi pemikirannya menyangkut masalah ini, lalu siapa yang punya masalah – kita atau mereka?" tanya Batten.

Dalam wawancara itu, Batten mengatakan: "Saya berharap kaum fundamentalis sepakat dengan saya bahwa demokrasi tidak cocok dengan Islam fundamentalis. Umat Islam moderat harus memutuskan di sisi argumen mana mereka berada," kata Batten.

"Umat Islam perlu menanda tangani piagam kesepakatan dan mau memeriksa ulang arti ayat-ayat serta doktrin Islam," ujar Batten dalam pernyataan yang dirilis situs resmi UKIP.

Batten mengatakan, ia bersikukuh dengan pendiriannya pada 2006 bertajuk "piagam pemahaman Umat Islam".

Pada piagam itu, Umat Islam diminta menolak bagian-bagian Al-Qur'an yang menyatakan bahwa "jihad kekerasan fisik" harus dianggap "tidak bisa diterapkan, tidak sah dan non-Islami," sebuah langkah, menurut Batten, yang sebenarnya tidak menjadi masalah bagi orang normal.

Ocehan Batten itu dibantah keras oleh politikus Partai Buruh, Sadiq Khan."Saya terkejut dengan miskinnya pandangan Batten mengenai keimanan yang saya dan ratusan ribu umat Islam Inggris yakini," seperti dikuti koran The Mirror.

Menyebut komentar Batten itu "terang-terangan Islamphobia," Shehroze Khan, bekas presiden Masyarakat Islam di sebuah univeristas di Inggris, mengatakan kepada Al Arabiya News bahwa pandangan Batten justru "mengekspos ketidak tahuan yang mendalam tentang iman yang dipraktikkan secara luas."

"Saya serius mempertanyakan apakah Batten membaca Al-Qur'an dan Hadis secara keseluruhan. Menggelikan juga ia dapat menyarankan agar menolak ayat-ayat yang dihormati banyak orang. Ini bakal disangkal oleh para ulama," tambah Shehroze Khan.

0 comments:

Posting Komentar