Misteri ‘Ramalan’ Al-Khatatath, Banjir Besar Jakarta


Hujan yang mengguyur DKI Jakarta sejak pagi hingga malam hari pada Rabu 8 Januari 2014 menyebabkan banjir di sejumlah titik. Kondisi ini menyebabkan kemacetan dan gangguan jadwal kereta rel listrik (KRL), serta berimbas terhadap aktivitas warga.

Menanggapi kondisi ini, Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperingatkan akan adanya cuaca ekstrem yang menerjang Ibu Kota pada 17 Januari 2014.

Kepala Bidang Pengkajian Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan BPPT mengatakan, prediksi hari ini sampai tiga atau empat hari ke depan curah hujan masih belum tinggi, bisa dikatakan ringan.

Namun yang perlu digarisbawahi dan waspadai adalah minggu kedua di awal 2014 (13-17 Januari), diperkirakan selama satu minggu itu curah hujan akan tinggi. "Puncaknya 17 Januari 2013, itu yang tertinggi, yakni curah hujan lebih dari 100 milimeter. Bisa dikatakan cuaca ekstrem," kata Tri Handoko Seto. dikutip okezone.

Menurut Seto, apa yang terjadi di musim hujan tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini musim hujan yang melanda Indonesia akan terus terjadi hingga Februari 2014.

"Potensi (banjir) itu ada, tapi masyarakat tidak perlu khawatir, sampai 10 hari ke depan kami tim dari BPPT dan BNPB akan terus melakuakan pemantauan, kita update terus, dan siap melakukan upaya mengantisipasi," tuturnya.

Pengungsi banjir capai 26 ribu jiwa

Jumlah pengungsi akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta ini semakin bertambah. Tercatat, hingga pukul 20.30 malam, pengungsi mencapai angka 26 ribu.

"Bisa dilihat, sebanyak 26,666 jiwa mengungsi dari tempat tinggalnya," ujar Kepala Seksi Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta, Bambang Surya Putra di kantornya, Balai Kota, Jakarta, Senin (13/1/2014).

Dalam data yang diterima, pengungsi paling banyak terdapat di wilayah Jakarta Selatan dengan jumlah pengungsi sebanyak 20,784 jiwa dari 23,722 korban terdampak banjir. Kantong pengungsian di wilayah ini sebanyak 32 lokasi.

Di wilayah Jakarta Timur, sebanyak 4,813 Pengungsi dengan korban terdampak sebanyak 13,224 jiwa. Di wilayah ini, didapati korban meninggal dua orang. Sebanyak kantong pengungsian tersebar di 21 lokasi.

Kemudian, di wilayah Jakarta Barat terdapat 751 pengungsi dari 9,414 korban terdampak. Kantong pengungsian di wilayah ini tersebar sebanyak 10 lokasi.

Misteri 'Ramalan' FUI

Apa yang dikhawatirkan BPPT tersebut pernah juga diungkapkan Forum Umat Islam (FUI), yang meramalkan DKI Jakarta bakal diterjang banjir bandang pada 16 hari setelah tahun baru Masehi 2014.

Banjir besar itu terjadi karena Pemprov DKI menyambut tahun baru dengan menggelar perayaan yang disebutnya sebagai "kemaksiatan besar-besaran".

"Dengan ini kami memberikan peringatan (tazkirah) kepada saudara sekalian bahwa banjir besar terjadi 16 hari setelah Anda membuat pertunjukan kemaksiatan besar-besaran di malam tahun baru di 16 titik di Jalan Thamrin," kata Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad al Khaththat, dalam siaran pers kepada media, Rabu 1 Januari 2014.

Tidak lupa pula Al-Khaththat menyerukan agar masyarakat dan Pemprov Jakarta kembali kepada ajaran Allah berdasarkan Al-Quran dan Hadits. "Semoga Allah memberikan hidayah kepada Anda sekalian," tutupnya.


0 comments:

Posting Komentar