Ariel Sharon akan Selalu ‘Diingat’!


Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berkomentar mengenai kematian mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon. Netanyahu menyebut Sharon akan selalu 'dikenang'.

"Rakyat Israel menundukan kepala atas kematian mantan Perdana Menteri Ariel Sharon," ujar Netanyahu, seperti dikutip Reuters, Sabtu (11/1/2014). "Kenangan akan dirinya akan selalu diingat oleh rakyat Israel," imbuhnya.

Sejak jatuh koma pada Januari 2006, hingga kematiannya, Sharon tidak pernah sadarkan diri hingga Menjelang ajalnya. Stroke yang dideritanya disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak sehat dan minum vodka yang tidak bisa dihentikan.

Ariel Sharon juga dikenal dengan sebutan "buldoser" oleh sejumlah pihak di Israel. Dirinya terpilih sebagai Perdana Menteri Israel pada 2001 ketika berlangsung intifada kedua di Palestina.

Pria berusia 85 tahun tersebut menuai kontroversi sebagai otak pembantaian pengungsi Palestina di Lebanon pada 1982. Pembantaian Sabra dan Shatilla itu, terjadi di Beirut ketika Israel melakukan invasi ke Lebanon.

Dalam wawancaranya dengan Jenderal Ouze Merham (1956), Sharon pernah memekikkan suaranya;

"Saya bersumpah, akan saya bakar setiap anak yang dilahirkan di daerah ini. Perempuan dan anak-anak Palestina lebih berbahaya dibandingkan para pria dewasa, sebab keberadaan anak-anak Palestina menunjukkan bahwa generasi itu akan berlanjut. ... Saya bersumpah, jika saya sebagai seorang Israel bertemu dengan seorang Palestina, maka saya akan bakar dia. Dan saya akan membuatnya menderita sebelum membunuhnya." [Ariel Sharon, 1956]

Pembantaian Sabra-Shatilla terjadi pada September 1982, hanya beberapa hari setelah para pejuang Palestina menyerahkan senjata mereka dibawah perjanjian damai internasional.

Mereka kemudian dideportasi dari Beirut, meninggalkan keluarganya pada pasukan perdamaian internasional. Zionis melanggar janji, Pasukan Israel kemudian menyerbu Beirut.

Tidak kurang dari 3.000 wanita dan anak-anak yang tidak berdaya dikumpulkan di kamp pengungsian Sabra-Shatilla. Kemudian secara sistematis mereka dibantai begitu saja.

Benar saja, bagi Benjamin Netanyahu dan penganut yahudi umumnya, Sharon akan diingat sebagai 'pahlawan' di negaranya. Namun, bagi bangsa Palestina, Ariel Sharon akan selalu diingat dengan kesadisannya.



0 comments:

Posting Komentar