
Menteri Agama Suryadharma Ali menghimbau masyarakat untuk tidak mengikuti program doa berbayar, yang luncurkan oleh perencana keuangan Ahmad Gozali, dan sempat menghebohkan dunia maya beberapa hari terakhir ini.
"Itu sama sekali tidak bisa dibenarkan, ada doa berbayar. Dia berdoa dan dia minta uang, jadi berdoa berbayar itu orang yang tidak paham agama," ujarnya di Monas, Minggu (5/1/2014).
Pria yang akrab disapa SDA itu melanjutkan, memang berdoa di depan Ka'bah di Mekkah merupakan salah satu tempat mujarab untuk berdoa. Namun jika sudah meminta bayaran untuk sebuah doa, maka hal itu sudah salah.
SDA mengatakan, Kementerian Agama memang tidak bisa melakukan tindakan apapun terkait program itu. Untuk itu ia hanya meminta masyarakat untuk tidak menghiraukan, apalagi sampai membayarkan uang untuk minta didoakan.
"Kementrian Agama kan bukan penegak hukum, kalau ada laporan dari pihak-pihak tertentu, kepolisian tentu akan memproses. Kemenag hanya menegaskan bahwa itu tidak benar," tukasnya.
Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir dunia maya dihebohkan dengan program "titip doa Baitullah", yang diluncurkan oleh perencana keuangan Ahmad Gozali.
Program tersebut dilaksanakan mulai 31 Desember 2013 hingga 7 Januari 2014. Dalam programnya Ahmad Gozali mengatakan, bagi siapapun yang ingin menitip doa, diminta memberikan sedekah minimal Rp100.000 ditambah uang untuk program sebesar Rp2014.
Nantinya warga yang telah membayar diminta mengisi apa permintaannya untuk didoakan saat Dewan Pembina Sedekah Harian pergi ke Mekkah. Program-program tersebut dibeberkan di media sosial, twitter. (*ini)

























0 comments:
Posting Komentar