Ini Daftar Jenderal AS yang Makin Kaya-raya Berkat ISIS


Tanyakan kepada analis militer di AS siapa di balik keputusan Presiden Barrack Obama memerangi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)? Mereka pasti menjawab; kontraktor militer dan pabrik senjata.

Lebih spesifik lagi, siapa figur paling keras mendesak AS memerangi ISIS? Berikut para jenderal yang mendesak Presiden Barrack Obama memerangi ISIS agar perusahaan senjata tempatnya bekerja tambah kaya.

Jenderal Jack Keane


Sebuah artikel di majalah Nation menyebut Jenderal Jack Keane. Keane muncul di FoxNews sembilan kali dalam dua bulan terakhir, dengan materi yang disampaikan sama; perlunya ofensif militer oleh AS dan penyebaran penasehat militer ke Timur Tengah, sebagai satu-satunya cara melawan ISIS.

Keane bukan pengamat independen yang setiap tampil di televisi mendapat bayaran. Ia adalah ketua dewan Institute for the Study of War dan nara sumber sejumlah outlet ternama, dua diantaranya New York Times dan BBC.

Lebih penting lagi, Keane adalah penasehat khusus Academi, kontraktor militer yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Blackwater. Ia anggota dewan penasehat General Dynamics, presiden perusahaan konsultan GSI LLC, dan mitra usaha SCP Partners -- perusahaan investasi yang bermitra dengan kontraktor pertahanan XVionics, yang bekerja sama dengan Angkatan Udara AS dalam pelatihan drone.

Di General Dynamics, Keane menerima gaji enam digit dalam bentuk uang tunai dan saham sejak bergabung dengan perusahaan itu tahun 2004. Tahun 2013, General Dynamic membayarnya lebih dari 258 ribu dolar AS.

Wall Street Journal edisi 24 Agustus 2014 menyebutkan Keane mendesak Washington untuk meminta Qatar mendanai ISIS, tapi tidak menyebut Arab Saudi dan Kuwait.

Pengamat mengatakan Keane tidak melirik kerajaan-kerajaan di Teluk Persia, dan hanya menekankan pada peran Qatar. Alasan rasionalnya, Academi adalah mitra bisnis Uni Emirat Arab -- pesaing utama Qatar.

Jenderal James Mattis


Keane tidak sendiri. Sosok lain penganjur perang melawan ISIS adalah Jenderal James Mattis, pensiunan marinir dan anggota dewan direktur General Dynamics.

Tahun 2013, untuk perannya menggelembungkan pendapatan perusahaan, Mattis menerima 88.480 dolar AS dalam bentuk uang tunai dan saham.

Jenderal Anthony Zinni


Di luar General Dynamics, terdapat nama Jenderal Anthony Zinni -- anggota dewan BEA Syatems. Ia juga bekerja untuk beberapa perusahaan ekuitas swasta yang fokus pada bisnis senjata.

Seperti dua jenderal sebelumnya, Zinni juga berpengalaman mengelola konflik di Timur Tengah untuk kepentingan pabrik senjata.

Frances Townsend


Nama lain yang tidak bisa diabaikan adalah Frances Townsend, komentator militer untuk CNN dan mantan pejabat pemeirntahan George W Bush.

Analis pro-perang ini memegang posisi penting di dua perusahaan investasi yang memiliki saham di perusahaan pertahanan MacAndrews and Forbes dan Monumen Capital Group.

Posisi lain yang dipegangnya adalah penasehat kontraktor militer Decision Sciences. (*inilah)

0 comments:

Posting Komentar