Bangsa Maya Usir Yahudi dari Guatemala


Bangsa Maya di Guatemala, Jumat (29/8), mengusir komunitas Yahudi Orthodox dari sebuah desa di luar Guatemala City -- ibu kota Guatemala.

"Mereka harus pergi," ujar Miguel Vazquez, juru bicara para tetua Bangsa Maya.

"Kami mengusir mereka sebagai tindakan membela diri dan melindungi hak-hak kami sebagai masyarakat adat," lanjutnya seperti dikutip kantor berita AFP.

Pengusiran terjadi setelah pertemuan seluruh anggota Lev Tahor, nama komunitas Yahudi Orthodox itu, dengan para tetua Bangsa Maya. Kedua kelompok bersitegang, sampai akhirnya para tetua Bangsa Maya mengancam akan menghukum mati semua anggota Lev Tahor jika tidak meninggalkan San Juan La Laguna -- desa yang terletak 150 kilometer sebelah barat Guatemala City.

Para tetua Maya menuduh Lev Tahor menghindari penduduk desa, menolak berbaur, tidak menghormati kearifan lokal, dan memaksakan adat-istiadat mereka.

Usai pertemuan, seluruh anggota Lev Tahor kembali ke rumah masing-masing dan mengemasi barang-barangnya. Tetua Maya dan masyarakat desa mengawasi.

"Kami kelompok cinta damai. Untuk menghindari insiden tak diinginkan, kami harus segera pergi," ujar Misael Santos, salah satu anggota Lev Tahor.

Menurut Santos, anggota Lev Tahor memiliki hak berada di Guatemala, tapi penduduk desa mengancam hukuman mati tanpa pengadilan jika seluruh angota komunitas tidak pergi.

Lev Tahor adalah kelompok Yahudi Orthodox yang mempraktekan bentuk keras Yudaisme. Mereka hanya akan makan roti dan meminun anggur yang mereka buat. Mereka beribadah dua kali sehari, dengan mengucapkan ayat-ayat Taurat dengan sangat keras.

Kelompok ini dibentuk tahun 1980-an oleh Shlomo Helbrans, seorang warga Israel. Helbrans membawa kelompoknya ke AS di awal 1990-an, dan bermukim di Williamsburg, sebuah kantong Yahudi Ultra-Orthodox di Brooklyn.

Helbrans terlibat penculikan seorang bocah yang berusaha dijadikan pengikutnya. Ia dihukum dua tahun, dan dideportasi ke Israel. Dari Tel Aviv, Helbrans membawa pengikutnya ke Quebec, Kanada.

Di Quebec, Lev Tahor membuat ulah lagi. Mereka terusir. Kelompok mereka terpecah-pecah. Sebagian mencapai Trinidad dan Tobago, lainnya ke Guatemala.

Helbrans tidak ingin kembali ke Israel, karena negara itu dinggap tidak memiliki validitas relijius. Pemerintah Israel menyebut mereka Jews Taliban, atau Yahudi Taliban.

Sumber lain mengatakan banyak anggota Lev Tahor lebih dulu tinggal di Guatemala, yaitu sekitar enam tahun. Namun sebagian besar baru tiba di San Juan La Laguna, Maret 2014.

Beberapa anggota Lev Tahor berharap mereka bisa tinggal di desa lain di Guatemala. Namun besar kemungkinan mereka mencari negara yang menjamin mereka bebas mempraktekan Yudaisme.


0 comments:

Posting Komentar