Demi Daulah, Ulama Inggris siap tanggalkan Passport


Anjem Choudary, ulama Inggris, mengatakan tidak keberatan melepas kewarga-negaraannya dan tinggal di wilayah kekuasaan Daulah Islamiyah jika Inggris membiarkan dirinya pergi.

The Times melaporkan Choudary membantah dirinya berhubungan dengan 'teroris'. Pemerintah Inggris menyita passport-nya, yang membuat sang ulama tidak bisa bepergian.

Ia telah melakukan perjalanan ke wilayah yang dikuasi Daulah Islamiyah (ISIS). Ketika kembali ke Inggris, Choudary harus menyerahkan passport-nya.

Menurut Choudary, menanggalkan kewarga-negaraan Inggris adalah pilihan terakhir. Itu pun jika pemerintah Inggris membolehkannya pergi dengan aman.

"Bagaimana mungkin melakukan perjalanan ke negara lain dianggap ilegal," ujarnya. "Jika saya berniat melakukan tindakan terorisme, saya tidak kembali ke Inggris."

Choudary percaya dunia milik Allah SWT, dan kelak Inggris akan menjadi bagian negara Islam.

"Jadi mengapa saya tidak diijinkan melakukan perjalanan ke Kekhalifahan Islam untuk melihat kehidupan di negara itu," demikian Choudary.

Keith Vaz, komite seleksi Kemendagri Inggris, mengatakan; "Jika Choudary ingin pergi, dia harus mendapat ijin. Saya pikir skenario terbaik adalah melihatnya pergi, ketimbang masih di Inggris."

Namun, masih menurut Vaz, mengapa Inggris harus menjamin kepergiannnya. Vaz juga yakin orang Inggris lebih suka melihatnya pergi.

0 comments:

Posting Komentar